Ketua Kelompok Tani F1–F2 Harapkan Realisasi Dukungan Lurah Trimurjo terhadap Pabrik Kelompok Tani

Lampung Tengah — Ketua Kelompok Tani F1 dan F2 Kelurahan Trimurjo, Dwi Hartoyo, menyampaikan harapan agar dukungan yang disampaikan oleh Lurah Trimurjo Andri Gunarsa, SE, dapat direalisasikan secara nyata demi keberlangsungan Pabrik Kelompok Tani di RW 05 dan RW 06, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan antara Ketua Kelompok Tani F1 dan F2 dengan Lurah Trimurjo yang berlangsung pada Selasa (03/02/2026) sekitar pukul 10.30 WIB di ruang kerja Lurah Trimurjo.

Dalam pertemuan tersebut, Lurah Trimurjo Andri Gunarsa, SE menyampaikan komitmennya untuk mendukung upaya kelompok tani dengan menjalin komunikasi lanjutan bersama unsur RW dan RT di wilayah terkait.

“Beliau menyampaikan akan berupaya membangun komunikasi dan melakukan koordinasi dengan RW dan RT,” ujar Dwi Hartoyo.

Dwi Hartoyo menyampaikan bahwa pernyataan tersebut menjadi langkah awal yang positif. Ia mengakui, sebelumnya sempat merasa kecewa atas ketidakhadiran Lurah Trimurjo dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kelompok Tani yang digelar pada Minggu (25/01/2026). Namun, pertemuan langsung ini dinilai sebagai ruang klarifikasi yang penting.

Dalam dialog tersebut, Dwi Hartoyo juga menyampaikan pertanyaan secara terbuka terkait tidak adanya perwakilan dari pihak kelurahan saat lurah berhalangan hadir dalam RAT.

Menanggapi hal itu, Lurah Trimurjo menyampaikan penjelasan dan menyatakan tidak menugaskan perangkat kelurahan untuk mewakili pada saat itu.

“Maaf Pak, memang saya tidak meminta bawahan untuk mewakili, dan terima kasih telah dikasih tahu,” ujar Lurah Trimurjo Andri Gunarsa, SE.

Lebih lanjut, Dwi Hartoyo berharap ke depan komunikasi antara kelompok tani dan pihak kelurahan dapat berjalan lebih optimal dan profesional, terutama dalam agenda-agenda masyarakat yang menyangkut kepentingan bersama.

 

Saat ini, Ketua Kelompok Tani bersama anggota kelompok tani menyatakan akan menunggu tindak lanjut dari hasil pertemuan tersebut, khususnya dalam bentuk koordinasi nyata antara kelurahan, RW, dan RT, guna mendukung keberlangsungan Pabrik Kelompok Tani.

Menurut Dwi Hartoyo, pabrik kelompok tani memiliki peran penting karena hasil bawon yang diperoleh selama ini dimanfaatkan untuk kepentingan sosial warga RW 05 dan RW 06.

Menutup pernyataannya, Dwi Hartoyo mengingatkan pentingnya mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap amanah jabatan.

“Amanah itu sifatnya sementara. Karena itu, kepentingan masyarakat perlu menjadi prioritas, termasuk menjaga keberadaan pabrik kelompok tani agar manfaat sosialnya dapat terus dirasakan warga,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *