Warga Mengeluh,Sumur Berubah Kehitaman Dan Keruh,Diduga Terdampak Limbah Dapur MBG Rahmatan Lil Alamin Di Desa Tambelangan.

Oplus_0

SAMPANG,jejakperistiwa.online-Warga mengeluh terkait kondisi lingkungan air sumurnya keruh dan berbau tidak sedap.Kali ini,seorang warga mengaku resah setelah air sumur miliknya yang selama puluhan tahun digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tiba-tiba berubah warna menjadi kehitaman dan mengeluarkan busa.

Kondisi tersebut dialami Darwis,warga di sekitar lokasi Dapur MBG Rahmatan Lil Alamin yang diketahui bermitra dengan Sugianto.Darwis menduga perubahan kondisi air sumurnya berkaitan dengan aktivitas dapur MBG tersebut.Namun,dugaan tersebut hingga kini belum dapat dipastikan karena belum ada hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan sumber pencemar.

Menurut Darwis,sumur miliknya selama kurang lebih 30 tahun tidak pernah mengalami persoalan serupa.Air masih dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.Namun,setelah Dapur MBG Rahmatan Lil Alamin mulai beroperasi,ia mengaku melihat perubahan pada kondisi air sumurnya.

“Selama sekitar 30 tahun sumur saya baik-baik saja.Tapi setelah ada MBG Rahmatan Lil Alamin,airnya berubah kehitaman dan berbusa. Untuk mencuci saja sudah tidak nyaman,apalagi untuk mandi dan minum.Baunya juga tidak enak,”ujar Darwis saat ditemui awak media,Senin (10/8/2026).

Dari Pertemuan Kekeluargaan hingga Keluhan Warga,Darwis menjelaskan,persoalan tersebut sebelumnya telah dibicarakan secara kekeluargaan.Pertemuan antara pihak yang mengeluhkan kondisi sumur dan mitra Dapur MBG juga telah dilakukan pada 6 Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut,Sugianto selaku mitra Dapur MBG Rahmatan Lil Alamin disebut menyampaikan kesediaannya untuk bertanggung jawab apabila nantinya terbukti terdapat warga yang mengalami kerugian akibat persoalan tersebut.

Pertemuan itu disebut berlangsung di hadapan Intel Koramil Tambelangan.Meski demikian,Darwis mengaku hingga kini dirinya masih harus menanggung sendiri kebutuhan air bersih untuk rumah tangganya.Kondisi air sumur yang dinilai sudah tidak layak digunakan membuatnya terpaksa membeli air tangki.

“Saya akhirnya harus membeli air tangki sendiri karena air sumur sudah tidak bisa digunakan seperti sebelumnya,”keluhnya.

Warga Minta Air Segera Diuji di Laboratorium,Persoalan tersebut kini diharapkan tidak berhenti pada dugaan maupun saling klaim.Darwis dan warga berharap dilakukan uji kualitas air secara resmi untuk mengetahui kandungan serta penyebab perubahan warna dan munculnya busa pada air sumur.

Pemeriksaan laboratorium dinilai penting agar persoalan tersebut dapat diketahui secara objektif,termasuk apakah perubahan kondisi air berkaitan dengan aktivitas Dapur MBG atau disebabkan faktor lingkungan lainnya.

Selain itu,warga juga berharap pengelolaan air limbah dari aktivitas dapur mendapat perhatian serius dan dilakukan sesuai ketentuan,sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun sumber air masyarakat.

Jika hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya pencemaran yang bersumber dari aktivitas tertentu,warga berharap penyelesaiannya dilakukan secara bertanggung jawab.Sebaliknya,jika penyebabnya berasal dari faktor lain,hal tersebut juga perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.

Hingga berita ini diterbitkan,media jejakperistiwa.online-masih berupaya meminta klarifikasi dari Sugianto selaku mitra Dapur MBG Rahmatan Lil Alamin,serta pihak terkait lainnya mengenai dugaan persoalan air sumur tersebut,termasuk langkah penanganan dan pengelolaan limbah yang dilakukan.

(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *