Bansos Bukan Modal Judol! Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri: Jangan Pertaruhkan Hak Keluarga!

LAMPUNG TENGAH — “STOP JUDOL!” Pesan keras dan tegas disampaikan Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, S.E., M.Sos. kepada masyarakat agar tidak terjerumus dalam praktik judi online yang dapat menggerus ekonomi keluarga dan mengancam masa depan. Jumat, 04/09/2026.

 

Judi online jangan dianggap sebagai hiburan atau jalan pintas mendapatkan uang. Di balik tawaran kemenangan cepat, terdapat risiko kehilangan uang, terjerat utang, penyalahgunaan data pribadi hingga rusaknya ketahanan ekonomi keluarga.

 

Terlebih bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), bantuan sosial merupakan dukungan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhak dan memenuhi ketentuan.

 

Jangan sampai uang yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan keluarga justru dipertaruhkan di judi online. Bansos bukan modal untuk judol!

 

TERINDIKASI JUDOL, JANGAN PANIK!!! GUNAKAN MEKANISME SANGGAH

Pemerintah juga mengingatkan bahwa masyarakat yang merasa tidak bermain judi online namun namanya terindikasi dalam sistem dapat menggunakan mekanisme sanggah sesuai prosedur.

 

KPM dapat membuat surat pernyataan bermaterai bahwa dirinya tidak bermain judi online, dengan diketahui aparat desa.

 

Pernyataan tersebut kemudian diunggah melalui aplikasi SIKS-NG untuk diproses.

 

Selanjutnya, KPM menunggu persetujuan dari kepala dinas sosial setempat dan menjalani proses verifikasi oleh Pusdatin Kesos.

 

Apabila setelah proses verifikasi sanggahan dinyatakan benar dan disetujui, KPM dapat memperoleh kembali bantuan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Namun mekanisme tersebut harus digunakan secara jujur dan bertanggung jawab.

 

Yang tidak bermain judol tetapi merasa datanya keliru, silakan melakukan sanggah. Sedangkan bagi yang memang bermain judol, pilihan terbaik adalah berhenti.

 

JANGAN KEJAR UANG CEPAT, KEHILANGAN KELUARGA DAN MASA DEPAN

I Komang Koheri mengajak masyarakat Lampung Tengah untuk tidak mudah tergoda berbagai promosi judi online yang terus bermunculan melalui telepon seluler dan media sosial.

 

Sebab, persoalan judol tidak berhenti ketika uang habis.

 

Ketika seseorang mulai mengejar kekalahan, kebutuhan rumah tangga dapat ikut dikorbankan. Dari sinilah persoalan bisa melebar menjadi utang, konflik keluarga dan tekanan ekonomi.

 

Jangan biarkan satu klik mengubah kehidupan keluarga. Jangan biarkan uang kebutuhan anak habis untuk mengejar kemenangan yang belum tentu datang.

 

Masyarakat juga diminta lebih berhati-hati menjaga data pribadi dan tidak sembarangan memberikan identitas, nomor rekening, kode OTP maupun informasi pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipercaya.

 

PLT BUPATI AJAK WARGA PERANGI JUDOL DARI LINGKUNGAN TERDEKAT

Melawan judi online bukan hanya tugas pemerintah atau aparat penegak hukum. Peran keluarga, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta lingkungan sekitar sangat penting untuk mencegah semakin banyak orang terjerat.

 

Karena itu, ajakan “LAWAN JUDOL” harus menjadi gerakan bersama.

 

Orang tua mengawasi anak. Keluarga saling mengingatkan. Masyarakat tidak memberikan ruang bagi praktik judol berkembang.

 

Dan bagi mereka yang sudah terlanjur bermain, berhenti sekarang jauh lebih baik daripada menunggu sampai semuanya terlambat.

 

Pesan Plt. Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri jelas:

 

STOP JUDOL!

Jangan pertaruhkan uang keluarga.

Jangan pertaruhkan kebutuhan anak.

Jangan pertaruhkan masa depan.

Jangan salahgunakan bansos.

Dan jangan pertaruhkan data pribadi.

 

Bansos untuk kebutuhan hidup, bukan untuk judi online.

LAWAN JUDOL — JAGA KELUARGA — JAGA BANSOS — SELAMATKAN MASA DEPAN!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *