SAMPANG,jejakperistiwa.online-Program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Sampang dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) HBKN menjelang Puasa dan Idul Fitri 2026,justru menuai sorotan tajam.Kegiatan yang berlangsung Senin (26/1/2026) di kediaman Kepala Desa Tambelangan,Kecamatan Tambelangan,diduga tidak sepenuhnya berjalan sesuai tujuan awal program pemerintah.
Meski secara umum acara berjalan lancar dan mendapat antusiasme warga karena menawarkan harga kebutuhan pokok di bawah harga pasar,muncul dugaan kongkalikong antara oknum penyelenggara dengan pemilik toko di timur Pasar Tambelangan,bernama Mahrus Sofa.
Berdasarkan pengakuan yang beredar di lapangan,beras GPM diduga terjual sebanyak 40 sak,dengan total mencapai lima ton beras.Beras tersebut,disebut-sebut tidak sepenuhnya tersalurkan langsung kepada masyarakat sasaran,melainkan diduga dialihkan ke pihak toko,yang jelas bertentangan dengan semangat program GPM.
Padahal,GPM merupakan program strategis pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan,terutama menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri,dengan slogan “Stok Aman,Puasa Nyaman” serta “Pangan Swasembada,Harga Terjaga”.
Menanggapi dugaan tersebut,team investigasi media,menilai tindakan itu sebagai pelanggaran serius terhadap ketentuan pemerintah.
> “Jika benar beras GPM dijual ke toko,itu sangat melanggar aturan. Seharusnya beras sisa GPM dikembalikan ke gudang Bulog atau disimpan untuk program berikutnya,bukan diperjualbelikan kembali,”tegasnya.
Ia menambahkan,praktik semacam ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap program bantuan pangan dan mencederai tujuan utama pemerintah dalam melindungi masyarakat kecil dari gejolak harga.
Hingga berita ini diturunkan,belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara maupun pemilik toko yang disebut dalam dugaan tersebut.Publik kini menunggu langkah tegas dari pemerintah daerah dan instansi terkait,termasuk Bulog dan aparat penegak hukum,untuk memastikan program GPM benar-benar tepat sasaran dan bebas dari praktik penyimpangan.
(Team)







