Dugaan Pemberhentian MBG di SMPN 1 Buay Pemaca, Wali Murid Minta Perhatian Pemerintah Segera

BUAY PEMACA – jejakperistiwa.online– Dampak besar dari penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Buay Pemaca kini jadi sorotan hangat warga dan wali murid. Senin 7 September 2026.

Setelah lebih dari satu bulan tanpa MBG, para orang tua mulai merasa terbebani karena harus menyediakan uang jajan tambahan untuk putra-putri mereka yang bersekolah setiap hari.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, program MBG jadi penyelamat ekonomi banyak keluarga. “Anak saya biasanya sudah kenyang saat di sekolah tanpa perlu uang jajan. Dengan adanya MBG, gizinya terjamin, dan kami merasa lega,” ungkap Ibu Melati, salah satu wali murid yang mengaku sangat terbantu.

Namun, kini situasi berubah. “Sejak program MBG berhenti, anak saya harus diberi uang jajan setiap hari, minimal Rp5.000 – Rp10.000. Ini cukup memberatkan kami apalagi dalam kondisi ekonomi saat ini,” tambah Ibu Melati dengan nada prihatin. Keluhan serupa terdengar dari banyak orang tua lainnya.

Dikonfirmasi lebih lanjut, Kepala SPPG Desa Srimenanti, M. Rico Andika Saputra, SH, menyatakan bahwa SMPN 1 Buay Pemaca menerima program MBG secara rutin dari 25 Februari hingga 31 Juli.

Namun, terjadi kendala karena permintaan data terkait program dari pihak pusat tidak dipenuhi oleh sekolah sehingga pihak SPPG memberi teguran. Ketika distribusi dilakukan kembali pada 3 Agustus 2026, bantuan MBG justru ditolak oleh pihak sekolah.

“Kami sudah meminta sekolah membuat surat penolakan resmi, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Ini yang membuat program MBG belum bisa dilanjutkan,” jelasnya.

Beredar informasi bahwa penghentian ini disebabkan Kepala Sekolah, Bapak Sopianto, menolak kelanjutan bantuan MBG. Namun, hingga berita ini terbit, pihak Kepsek belum memberikan keterangan resmi mengenai hal ini.

Sementara itu, ratusan siswa SMPN 1 Buay Pemaca kini harus kembali membawa bekal dari rumah atau mencari jajan sendiri untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Menanggapi isu ini, Kepala Dinas Pendidikan OKU Selatan, Handoko, menyatakan akan segera mengonfirmasi langsung ke pihak sekolah untuk mencari solusi terbaik agar program MBG bisa berjalan kembali. “Kami akan segera hubungi sekolah untuk klarifikasi dan koordinasi,” ujarnya via WhatsApp.

Wali murid berharap agar program makan bergizi gratis ini bisa dipulihkan secepatnya demi kesejahteraan anak-anak mereka. “Kami menitipkan anak di sekolah supaya mereka bisa belajar dan makan dengan baik. Tolong Pak Kepsek, Pak Kadis, perhatikan kembali agar program MBG bisa jalan seperti dulu,” harap salah satu wali murid penuh haru.

Terdata, kurang lebih ada 482 siswa yang terdampak langsung oleh penghentian program ini, membuat perhatian publik terus mengalir agar persoalan segera diselesaikan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *