H. Tb. Ismail Saleh Gaungkan ‘Gerak Silat Prestasi’: Pendekar Banten Metro Siap Guncang PON 2032!

 

Metro — Ketua Pendekar Banten Metro, H. Tb. Ismail Saleh, secara tegas mendeklarasikan Gerak Silat Prestasi (GSP) Pendekar Banten sebagai langkah strategis menuju ajang PON 2032. Deklarasi tersebut disampaikan pada Minggu, 26 April 2026, sebagai bentuk keseriusan dalam membangun kekuatan atlet silat sejak dini.

 

Dengan semangat membara, Ismail menegaskan bahwa Pendekar Banten Metro kini telah resmi dan legal, terdaftar di IPSI Provinsi Lampung. Status ini menjadi pintu masuk menuju panggung nasional, sekaligus bukti kesiapan organisasi dalam mencetak atlet berprestasi.

“Ini bukan sekadar rencana, ini gerakan nyata. Tiket menuju PON 2032 sudah di tangan. Tinggal bagaimana kita menggembleng atlet menjadi emas,” tegasnya.

 

Ia menekankan bahwa perjalanan menuju PON bukan perkara singkat. Dibutuhkan disiplin, pembinaan berkelanjutan, serta kekuatan mental dan spiritual yang teruji. Untuk itu, Pendekar Banten telah menyusun roadmap panjang hingga 2032, dimulai dari pembinaan puluhan atlet, target juara Porprov, hingga menembus pelatnas dan uji tanding internasional.

“Target kita jelas, emas di PON 2032. Kita bukan hanya peserta, kita tuan rumah. Malu kalau tuan rumah tidak jadi juara umum,” ujarnya dengan nada keras.

 

Lebih jauh, Ismail juga mengingatkan bahwa kekuatan seorang pendekar tidak hanya diukur dari fisik, tetapi juga akhlak dan kecerdasan. Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pendidikan, latihan, dan nilai-nilai moral.

“Pendekar sejati bukan hanya kuat di gelanggang, tapi juga berakhlak. Sekolah dijaga, latihan dijaga, hati dijaga. Itu kunci jadi juara dunia dan akhirat,” katanya.

 

Dalam deklarasinya, semangat nasionalisme juga digaungkan kuat. Semboyan “Bela Diri, Bela Bangsa, Bela Negara” menjadi prinsip utama, dengan komitmen bahwa NKRI adalah harga mati.

 

Deklarasi ini sekaligus menjadi sinyal keras bahwa Pendekar Banten Metro siap menjadi kekuatan baru dalam dunia persilatan nasional. Dengan tekad, disiplin, dan arah yang jelas, mereka menatap PON 2032 bukan sebagai mimpi, tetapi sebagai target yang wajib ditaklukkan.

 

Menutup pernyataannya, Ismail menyampaikan seruan penuh keyakinan:

“Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kuat, sabar dan tawakal 2032 milik kita!”, harapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *