Kota Metro — Kenaikan pangkat bagi 39 pegawai Lapas Kelas IIA Metro yang digelar Senin (13/4/2026) seharusnya menjadi momen prestasi. Namun di balik seremoni itu, terselip peringatan keras yang memantik tanda tanya besar.

Kepala Lapas, Tunggul Buono, justru melontarkan pernyataan tegas yang tak biasa dalam acara seremonial. Nada bicaranya lugas, bahkan terkesan “menampar” ke dalam.
“Pemberantasan narkoba itu wajib. Jangan sampai ada yang terlibat!”, harapnya.
Pernyataan ini bukan sekadar formalitas. Dalam perspektif investigatif, ucapan tersebut bisa dibaca sebagai indikasi adanya kekhawatiran serius terhadap potensi penyimpangan dari dalam tubuh lapas sendiri.
Pertanyaannya:
mengapa peringatan soal narkoba ditegaskan di momen kenaikan pangkat?
Apakah ini sekadar pengingat umum, atau justru sinyal bahwa pengawasan internal masih memiliki celah?
Kenaikan Pangkat: Penghargaan atau Ujian Integritas?
Sebanyak 39 pegawai menerima kenaikan pangkat sebuah bentuk apresiasi atas kinerja. Namun dalam konteks lembaga pemasyarakatan, kenaikan ini juga berarti akses, kewenangan, dan tanggung jawab yang lebih besar.
Di sinilah titik rawan itu muncul.
Dalam banyak kasus nasional, praktik ilegal di dalam lapas terutama narkoba kerap terjadi bukan hanya karena kelalaian, tetapi diduga melibatkan oknum internal.
Peringatan Kalapas menjadi semakin relevan:
“Jangan sampai mencoreng nama baik institusi”, tegas Tunggul Buono.
Kalimat ini mengandung makna tegas:
pelanggaran bukan lagi soal individu, tapi bisa menjatuhkan marwah lembaga secara keseluruhan.
Publik Bertanya: Ada Apa Sebenarnya?
Nada keras dalam sambutan tersebut memunculkan spekulasi yang tak bisa dihindari.
Apalagi, isu peredaran narkoba di dalam lapas bukan cerita baru di Indonesia.
Publik kini menanti jawaban:
- Apakah ada indikasi pelanggaran yang sedang dipantau?
- Seberapa kuat sistem pengawasan internal berjalan?
- Apakah kenaikan pangkat ini sudah melalui proses yang benar-benar bersih?
Tanpa transparansi, kepercayaan publik bisa tergerus.
Jangan Hanya Tegas di Mimbar
Pesan Tunggul Buono sudah jelas dan keras. Namun yang lebih penting adalah implementasi di lapangan.
Jika tidak dibarengi tindakan nyata, maka peringatan tersebut berisiko hanya menjadi retorika tahunan tanpa efek jera.
Sebaliknya, jika benar ditegakkan, ini bisa menjadi momentum bersih-bersih internal.
Kesimpulan Tajam
Kenaikan pangkat di Lapas Metro bukan sekadar seremoni.
Ia kini berubah menjadi sorotan publik dan ujian integritas besar-besaran.
Karena satu hal yang pasti:
di balik tembok lapas, rahasia bisa disembunyikan tapi cepat atau lambat, kebenaran akan menemukan jalannya.







