Metro — Ketegangan mewarnai upaya audiensi Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI) bersama perwakilan guru honorer di Rumah Dinas Wali Kota Metro. Setelah menunggu sekitar satu jam tanpa kepastian, pintu gerbang rumah dinas tetap tidak dibuka. Senin, 03/08/2026.
Merasa tidak mendapat respons dari Pemerintah Kota Metro, Ketua IPLI Hermansyah TR, SH menyampaikan orasi di depan rumah dinas sebagai bentuk kekecewaan terhadap tidak terlaksananya audiensi yang sebelumnya telah diajukan secara resmi.
Di tengah penyampaian aspirasi tersebut, datang Kepala Dinas Perhubungan Kota Metro, Wahyu, yang meminta agar kendaraan yang berada di depan pintu gerbang segera dipindahkan dengan alasan mengganggu ketertiban umum.
Permintaan tersebut memicu adu argumen. Hermansyah mengaku tidak memiliki kepentingan dengan Kepala Dinas Perhubungan dan menegaskan bahwa dirinya datang untuk menjalankan agenda audiensi sesuai surat yang telah dilayangkan sebelumnya.
“Saya tidak ada urusan dengan Anda. Mobil siap saya mundurkan, tetapi silakan buka dulu pintu gerbang sesuai surat audiensi yang sudah kami sampaikan. Kami hanya ingin masuk untuk mengambil foto sebagai dokumen,” tegas Hermansyah di lokasi.
Sementara itu, Wahyu menyampaikan bahwa kehadirannya semata-mata menjalankan tugas penertiban demi menjaga ketertiban umum di sekitar rumah dinas.
Insiden adu argumen tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berada di lokasi. Menurut Hermansyah, situasi tersebut seharusnya tidak perlu terjadi apabila komunikasi dilakukan secara lebih baik dan mengedepankan etika pelayanan kepada masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi.
Kekecewaan juga disampaikan karena hingga rombongan membubarkan diri, tidak ada perwakilan Pemerintah Kota Metro yang menemui peserta audiensi maupun membuka akses masuk ke rumah dinas Wali Kota.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Metro mengenai alasan tidak dibukanya pintu gerbang rumah dinas maupun tanggapan atas peristiwa tersebut.








