Lampung Tengah — Warga Lampung Tengah menaruh harapan besar kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E., M.Sos., sosok putra Bali yang telah lama mengabdikan diri di bumi Lampung Tengah. Di tengah tantangan pemerintahan dan sorotan publik terhadap praktik penyimpangan, masyarakat mendambakan kepemimpinan yang tegas dalam prinsip, santun dalam sikap, ramah dalam pelayanan, dan humanis dalam pengambilan kebijakan. Selasa, 23/12/2025.
Sejarah panjang Nusantara telah memberi pelajaran berharga. Runtuhnya VOC, perusahaan dagang terbesar dunia pada masanya, bukan semata karena tekanan eksternal, melainkan akibat korupsi yang menggerogoti dari dalam. Praktik kotor itu tumbuh subur karena adanya kerja sama busuk antara aparat VOC dan penguasa lokal yang rakus, tega menekan rakyat demi kepentingan pribadi.
Ironisnya, hingga kini narasi kehancuran bangsa kerap hanya diarahkan kepada penjajah asing, sementara peran para penguasa lokal yang mudah disuap dan haus kekuasaan sering diabaikan. Padahal, sejarah dan realitas membuktikan bahwa korupsi adalah awal dari kehancuran, baik negara, daerah, maupun kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya.
Dalam konteks Lampung Tengah hari ini, masyarakat berharap Plt. Bupati I Komang Koheri mampu mengambil pelajaran dari sejarah tersebut. Kepemimpinan yang berani berbenah, menutup ruang korupsi, serta memutus mata rantai kolusi dan kepentingan sempit adalah kebutuhan mendesak. Rakyat tidak lagi membutuhkan janji, melainkan keteladanan dan keberanian moral.
Sebagai pemimpin sementara yang memegang kendali pemerintahan, I Komang Koheri diharapkan mampu menjadi figur pemersatu, berdiri di atas semua golongan, dan berpihak pada kepentingan rakyat kecil. Ketegasan dalam menindak penyimpangan harus berjalan seiring dengan sikap santun dan humanis agar pemerintahan benar-benar hadir sebagai pelayan, bukan penguasa.
Lampung Tengah menunggu pembenahan nyata. Dan di pundak Putra Bali dari Lampung Tengah inilah, harapan itu kini digantungkan. Sejarah telah berbicara, rakyat telah mengingatkan. Kini saatnya pemimpin membuktikan.






