METRO — Kekecewaan mendalam meledak di depan gerbang Kantor Wali Kota Metro. Aksi demonstrasi damai yang digelar Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI) bersama Tenaga Harian Lepas (THL), Senin (12/01/2026), berubah memanas setelah Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menolak keluar menemui para pendemo.
Sebagai bentuk luapan kekecewaan, massa aksi membakar ban tepat di depan pintu gerbang kantor wali kota. Aksi ini menjadi simbol kemarahan atas sikap kepala daerah yang dinilai menutup mata dan telinga terhadap jeritan rakyatnya sendiri.
Dalam orasinya, para THL secara tegas meminta Wali Kota Bambang Iman Santoso memberikan penjelasan terbuka terkait kebijakan merumahkan THL yang telah mengabdi selama bertahun-tahun. Mereka menilai keputusan tersebut tidak hanya melukai rasa keadilan, tetapi juga menghancurkan harapan hidup banyak keluarga.
“Tuntutan kami sederhana. Kami hanya ingin bekerja dan diberi upah layak. Kami tidak menuntut gaji tinggi seperti para pejabat,” teriak salah satu THL dengan suara bergetar, disambut sorakan massa.
Namun hingga aksi berlangsung, Wali Kota Metro tetap tidak keluar menemui pendemo, memicu kecaman keras dari Ketua Umum DPP IPLI Hermansyah TR, SH. Ia menyebut sikap wali kota sebagai bentuk ingkar janji dan kegagalan kepemimpinan dalam mencari solusi nyata bagi rakyat kecil.
“Ini bukan sekadar soal pekerjaan, ini soal nurani. Kebijakan merumahkan THL justru menambah angka pengangguran di Kota Metro. Wali kota tidak mampu memberi solusi dan memilih diam,” tegas Hermansyah dalam pernyataan kerasnya.
Hermansyah juga menyinggung janji Wali Kota Metro yang sebelumnya menyatakan akan menyejahterakan ASN dan PPPK. Menurutnya, janji tersebut kini terbukti tidak konsisten dan hanya menjadi slogan politik belaka.
Sebagai bentuk keseriusan, Hermansyah TR, SH langsung melaporkan sikap tidak konsisten Wali Kota Metro ke Polres Metro, terkait dugaan pengingkaran janji dan ketidakjelasan kebijakan terhadap ASN, PPPK, dan THL.
Aksi ini menegaskan bahwa persoalan THL di Kota Metro belum selesai. IPLI memastikan akan terus bergerak dan melawan kebijakan yang dianggap mencederai keadilan sosial, hingga Wali Kota Metro berani bertanggung jawab dan memberi jawaban nyata, bukan sekadar janji kosong.







