Lampung Tengah — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Trimurjo bukan sekadar formalitas. Sebanyak 3.980 warga kini merasakan langsung manfaat program pemenuhan gizi yang dijalankan secara serius dan terukur. Di tengah masih tingginya persoalan gizi dan ketimpangan akses pangan, MBG hadir sebagai jawaban konkret, bukan janji kosong. Senin, 08/09/2026 siang.
Program yang berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) ini digerakkan melalui tiga dapur layanan di Simbarwaringin, Pujo Asri, dan Untoro. Operasional dapur berjalan setiap hari dengan pengawasan ketat, memastikan makanan bergizi benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak.
Koordinator MBG Lampung Tengah sekaligus SPPI, Ita Nurjanah, menegaskan pihaknya tidak memberi ruang sedikit pun bagi layanan asal jalan.
“Ini menyangkut hak dasar masyarakat. Tidak boleh ada makanan asal jadi, tidak boleh ada distribusi asal kirim. MBG harus berjalan maksimal dan bermartabat,” tegas Ita.
Sasaran program mencakup anak PAUD hingga SMA/SMK, balita, serta ibu menyusui, kelompok yang selama ini paling rentan terdampak persoalan gizi. Dengan intervensi rutin dan terukur, MBG diharapkan mampu menekan risiko stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.
Di sisi lain, program ini juga membantah anggapan bahwa bantuan negara selalu bersifat pasif. Sebanyak 47 warga lokal dilibatkan langsung sebagai tenaga kerja dapur MBG, membuktikan bahwa program ini tidak hanya memberi makan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.
Sejumlah orang tua siswa menyebut MBG sebagai program yang benar-benar terasa, bukan sekadar pencitraan. Anak-anak mendapatkan makanan bergizi secara rutin, sementara beban ekonomi keluarga ikut berkurang.
Pelaksanaan MBG di Trimurjo menjadi tamparan bagi pola lama program bantuan yang minim pengawasan. Program ini menunjukkan bahwa ketika negara hadir dengan serius, dampaknya nyata. Kini tantangannya jelas: konsistensi dan pengawasan berkelanjutan, agar MBG tidak berhenti sebagai program seremonial, tetapi menjadi standar baru pelayanan publik di bidang gizi.







