Dewan Pimpinan Wangko Nusantara Tuama Leos Minaesa Perkuat Soliditas Organisasi, Matangkan Aksi Sosial dan Pelestarian Budaya Sambut HUT Ke-81 RI

Minut, JejakPeristiwa.Online – Dewan Pimpinan Wilayah Nusantara (DPWN) Tuama Le’os Minaesa (TLM) menggelar rapat koordinasi dan evaluasi organisasi pada Minggu, 2 Agustus 2026, di kediaman sekaligus Vila Penasehat DPWN Tuama Le’os Minaesa, Refly Suwu, Kabupaten Minahasa Utara.

 

Rapat yang dihadiri jajaran penasehat, pengurus harian, pimpinan divisi, serta perwakilan Pakasaan tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan. Selain melakukan evaluasi terhadap perkembangan organisasi, pertemuan juga difokuskan pada pemantapan program kerja dan persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sesi evaluasi, setiap divisi memaparkan perkembangan program yang telah dijalankan. Salah satu fokus utama adalah penguatan sumber daya organisasi melalui perekrutan anggota baru pada Komando Pasukan Adat (Kopasad) dan Pasukan Khusus (Passus).

 

Melalui rapat tersebut, DPWN Tuama Le’os Minaesa mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Minahasa yang memiliki kepedulian terhadap adat dan budaya leluhur, untuk bergabung bersama organisasi.

Bagi yang memiliki minat dalam seni budaya, seperti Tarian Kawasaran dan Maengket, dipersilakan berkoordinasi dengan Panglima Kopasad Marchel Waleleng.

 

Sementara itu, Pasukan Khusus (Passus) TLM di bawah koordinasi Panglima Arnol Matindas juga terus membuka kesempatan bagi anggota baru yang memiliki semangat pengabdian, disiplin, dan loyalitas demi memperkuat persatuan serta soliditas organisasi.

 

Walak Airmadidi, Jeysa Waleleng, dalam laporannya menyampaikan bahwa perkembangan organisasi di wilayahnya menunjukkan tren yang positif. Berbagai program yang diusulkan anggota telah terealisasi dengan baik berkat semangat gotong royong dan kekompakan seluruh pengurus serta anggota.

“Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, namun kebersamaan menjadi kekuatan utama kami dalam menjalankan setiap program organisasi,” ujarnya.

DPWN juga mengimbau seluruh divisi dan pimpinan wilayah Pakasaan untuk segera melakukan evaluasi internal terhadap program kerja masing-masing. Apabila masih ditemukan kendala, baik dalam pembentukan struktur organisasi, penyempurnaan kepengurusan KSB maupun persoalan lainnya, diharapkan segera berkoordinasi dengan Tonaas Wangko, Sekretaris Jenderal maupun para penasehat agar roda organisasi berjalan semakin efektif dan profesional.

 

Fokus Persiapan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

Selain evaluasi organisasi, rapat juga membahas secara khusus persiapan menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

DPWN Tuama Le’os Minaesa menyepakati bahwa seluruh rangkaian kegiatan akan dilaksanakan di masing-masing wilayah Pakasaan. Setiap wilayah diminta segera membentuk kepanitiaan sebagai langkah awal memastikan seluruh agenda dapat berjalan dengan tertib dan sukses.

Dua agenda utama yang menjadi prioritas adalah mengikuti pawai kemerdekaan yang diselenggarakan pemerintah daerah serta melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Seluruh wilayah juga diminta segera melakukan pendataan calon penerima bantuan agar penyalurannya tepat sasaran.

Khusus Pakasaan Minahasa Utara, rapat menetapkan susunan panitia pelaksana HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai berikut:

  • Ketua:  Fidel Kullit (Koordinator Satgassus)
  • Sekretaris: Jeysa Waleleng ( Walak Airmadidi)
  • Bendahara: Jimmy Montung (Wakil Bendahara Umum)

Koordinator seksi terdiri dari:

  • Perlengkapan: Alex Rantung
  • Keamanan: Youdi Rumambi
  • Transportasi dan Akomodasi: Tonaas Stenly Ringkuangan
  • Konsumsi: Jeksen Kambey
  • Dokumentasi: Ogi Mangundap

 

DPWN berharap seluruh panitia yang telah diberikan amanah dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sehingga seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, sukses, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Tonaas Wangko TLM : Stenly Dirk  “Budaya Adalah Jati Diri yang Harus Dijaga Bersama”

Dalam kesempatan tersebut, Tonaas Wangko Tuama Le’os Minaesa menegaskan bahwa organisasi tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga, melestarikan, dan mewariskan adat serta budaya Minahasa kepada generasi penerus.

“Tuama Le’os Minaesa lahir dari semangat persatuan dan kecintaan terhadap tanah Minahasa. Karena itu, menjaga adat, budaya, bahasa, nilai-nilai kearifan lokal, serta memperkuat rasa persaudaraan adalah tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai budaya leluhur hanya menjadi cerita, tetapi harus tetap hidup melalui tindakan nyata dan keterlibatan generasi muda,” tegas Tonaas Wangko.

Ia juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus mengedepankan semangat kebersamaan dalam membangun organisasi yang semakin solid, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat.

 

“Organisasi ini harus menjadi rumah besar bagi seluruh anak Minahasa. Mari kita tinggalkan perbedaan, memperkuat persaudaraan, serta menjadi teladan dalam menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan mengabdi kepada masyarakat. Dengan semangat Bersatu Torang Kuat, saya yakin Tuama Le’os Minaesa akan terus berkembang dan menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya Minahasa,” ungkapnya.

 

Menutup rapat koordinasi tersebut, seluruh peserta kembali meneguhkan komitmen untuk terus memperkuat solidaritas organisasi, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta menjadikan pelestarian adat dan budaya Minahasa sebagai bagian dari pengabdian kepada daerah dan bangsa.

Rapat diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar seluruh program kerja organisasi dapat berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

 

(Red_FRT)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *