Jejakperistiwa.Online, Bitung — Suasana dini hari di Kelurahan Bitung Timur Lingkungan II, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, mendadak mencekam setelah kobaran api melahap dua unit rumah warga pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 05.00 Wita.
Meski api berkobar hebat, syukurlah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.Dua rumah yang terdampak masing – masing milik keluarga Usman Husain dan keluarga Umar Tahir.
Kebakaran pertama kali diketahui warga saat melihat asap tebal disertai nyala api membesar dari salah satu rumah yang saat itu dalam keadaan kosong.
Warga sekitar dengan sigap berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil meminta bantuan.
Tak berselang lama, tim pemadam kebakaran dari Pemkot Bitung tiba di lokasi. Sebanyak tiga unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.45 Wita.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, SIK, MH melalui Kasi Humas Polres Bitung AKP Abdul Natip Anggai menjelaskan bahwa personel Pamapta B Polres Bitung yang dipimpin IPDA Ronaldo Takahindangen, SH bersama piket fungsi dan anggota Polsek Maesa langsung turun ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) serta membantu proses penanganan kebakaran.
“Alhamdulillah, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian materi cukup besar dan tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga korban,” ungkap AKP Anggai.
Dari hasil pendataan sementara, keluarga Usman Husain diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp 300 juta akibat rumahnya hangus terbakar.
Sementara rumah milik keluarga Umar Tahir mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian sekitar Rp 10 juta.
Polres Bitung juga menurunkan tim Inafis untuk melakukan olah TKP guna mengungkap penyebab pasti kebakaran.Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kasi Humas Polres Bitung menghimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat.
“Pastikan instalasi listrik aman dan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. Kewaspadaan kecil bisa mencegah musibah besar,” pesannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang kapan saja, namun kepedulian dan solidaritas antar warga mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan.







