Lampung Tengah — Di balik sunyinya sebuah rumah sederhana yang bahkan tak mampu menahan air hujan, tersimpan kisah pilu seorang ibu bernama Ria Aprilia (41), warga RW 5 Kelurahan Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah.
Sejak akhir tahun 2023, Ria berjuang melawan kanker payudara. Namun perjuangannya tidak hanya melawan penyakit mematikan itu, ia juga harus bertahan di tengah keterbatasan ekonomi yang menghimpit. Selama bertahun-tahun, Ria hanya mampu berobat secara tradisional karena tak memiliki biaya dan akses layanan kesehatan yang memadai.
Suaminya yang bekerja serabutan, tak mampu menopang kebutuhan pengobatan yang terus mendesak. Bahkan untuk kebutuhan dasar pun, keluarga ini hidup dalam kekurangan. Kondisi rumah yang bocor dan ketiadaan perabot layak menjadi saksi betapa berat kehidupan yang mereka jalani.
Harapan sempat datang ketika BPJS Kesehatan PBI milik Ria akhirnya kembali aktif setelah sebelumnya sempat nonaktif. Hal ini terwujud berkat bantuan Anggota DPRD Lampung Tengah Komisi I, Toni Sastra Jaya, SH., MH. Namun sayangnya, akses layanan kesehatan itu baru bisa dirasakan Ria pada tahun 2026, setelah kondisi penyakitnya semakin mengkhawatirkan.
Pebri Eka Yanti, yang turut mendampingi dan menyuarakan kondisi Ria, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan langsung kondisi tersebut kepada Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, SE., S.Sos.
“Data sudah kami kirim, dan pihak protokol bupati sudah meminta kelengkapan data. Kami berharap segera ada tindakan nyata agar Ria bisa mendapatkan penanganan medis secara intensif,” ujar Pebri, Kamis (9/4/2026).
Namun di balik harapan itu, terselip kekecewaan. Pebri menilai kurangnya perhatian dan koordinasi dari pihak pemerintah di tingkat bawah, sehingga kondisi Ria luput dari pantauan.
“Saya jujur kecewa. Kok bisa ada warga yang sakit separah ini tapi tidak terdeteksi sejak awal. Ini harus jadi evaluasi bersama,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Meski tubuhnya lemah, Ria tetap menunjukkan ketegaran luar biasa. Di tengah rasa sakit yang mungkin tak terucapkan, ia masih berusaha kuat menjalani hari-harinya. Namun, sekuat apa pun seseorang, perjuangan ini tidak bisa dilalui sendirian.
Kini, Ria Aprilia sangat membutuhkan perhatian dan bantuan nyata bukan hanya dari pemerintah, tetapi juga dari kita semua. Bantuan biaya pengobatan, perbaikan tempat tinggal, hingga dukungan moral menjadi harapan yang sangat berarti bagi dirinya dan keluarga.
Karena di balik setiap angka statistik penderita kanker, ada manusia yang sedang berjuang mempertahankan hidup.
Saatnya kita hadir. Saatnya kita peduli.







