Inspirasi dari Adipuro: Paisol Darmawan, S.IP Ubah Tanah Bengkok Jadi Sarana Pengabdian, Bukan Kepentingan

 

Lampung Tengah — Dari Kelurahan Adipuro, Kecamatan Trimurjo, lahir pesan kuat tentang arti kepemimpinan yang sesungguhnya: mengabdi, bukan menguasai. Lurah Adipuro, Paisol Darmawan, S.IP, tampil sebagai figur yang membalik paradigma lama dengan menjadikan tanah bengkok sebagai sarana pengabdian bagi masyarakat.

 

Melalui kebijakan progresif, Paisol mengalokasikan 50 persen hasil pengelolaan tanah bengkok seluas 4,9 bau untuk mendukung pembangunan di wilayahnya. Bagi Paisol, jabatan bukan sekadar hak, melainkan amanah yang harus memberi manfaat nyata bagi warga.

“Pejabat itu bekerja bukan semata-mata karena uang, tetapi lebih kepada pengabdian. Amanah ini harus kembali ke masyarakat,” terangnya. Selasa, 28/04/2026.

 

Komitmen tersebut tidak berhenti pada konsep. Saat proses perawatan infrastruktur berjalan, Paisol langsung mengambil langkah konkret dengan menurunkan material baru untuk memperbaiki ruas jalan penghubung Adirejo menuju Kelurahan Simbarwaringin. Upaya ini dilakukan meski masa tanam baru dimulai, menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan manfaat tanpa menunggu hasil panen.

 

Langkah cepat ini menjadi bukti bahwa tanah bengkok bukan tujuan untuk dinikmati, melainkan alat untuk memberi dampak. Ia pun memastikan kebijakan ini akan terus berlanjut selama dirinya mengemban amanah sebagai lurah.

“Selama saya masih dipercaya memimpin, sumber daya ini akan terus saya gunakan untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

 

Kebijakan tersebut menuai apresiasi luas dari warga. Mereka menilai apa yang dilakukan Lurah Adipuro bukan hanya sebatas program, tetapi teladan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat. Seorang tokoh masyarakat setempat bahkan menyebut langkah ini sebagai yang pertama terjadi di wilayah tersebut.

“Belum pernah ada lurah atau kepala kampung yang menyerahkan sebagian hasil tanah bengkok untuk pembangunan. Ini benar-benar menjadi contoh,” ungkapnya.

 

Inspirasi dari Adipuro kini menggema: tanah bengkok adalah sarana pengabdian, bukan kepentingan pribadi. Harapannya, langkah Paisol Darmawan, S.IP mampu menjadi cermin bagi para pemimpin lainnya di Lampung Tengah, bahwa jabatan sejatinya adalah jalan untuk memberi, dengan tujuan dan harapan yang berpihak sepenuhnya pada kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *