Jeritan Jalan Arjuna Trimurjo: Gerobak Somay Terguling, Netizen Murka, Pemda Diminta Jangan Tutup Mata

 

Lampung Tengah — Viral di media sosial, sebuah video yang diunggah oleh konten kreator Gusti Jaya di grup Facebook “Trimurjo dalam Facebook” memantik gelombang emosi publik. Dalam rekaman itu, seorang penjual somay harus menelan pil pahit ketika gerobaknya terguling di Jalan Arjuna, RW 02, Kelurahan Trimurjo, Kecamatan Trimurjo, akibat kondisi jalan yang rusak parah. Selasa, 07/04/2026 sekitar pukul 08.38 WIB.

Peristiwa yang terjadi dalam hitungan detik itu justru menyisakan luka panjang. Bukan hanya kerugian materi bagi si pedagang kecil, tetapi juga potret nyata kelalaian yang sudah lama dikeluhkan warga. Jalan Arjuna disebut-sebut telah bertahun-tahun rusak tanpa sentuhan perbaikan berarti, padahal setiap hari dilintasi kendaraan berat seperti truk pengangkut singkong hingga tronton bermuatan beras.

Dalam waktu kurang dari satu hari, kolom komentar dipenuhi luapan kekecewaan, doa, hingga sindiran tajam dari netizen. Ada yang mengajak patungan untuk membantu korban, namun tak sedikit pula yang melontarkan kritik pedas terhadap pemerintah dan pihak terkait. Rabu, 08/04/2026.

“Percuma, tidak ada yang peduli. Sudah bertahun-tahun rusaknya, malah makin parah,” tulis salah satu netizen.

“Jalan tidak dirawat, efeknya rakyat kecil yang jadi korban,” timpal lainnya.
Bahkan, ada komentar yang menyebut pemerintah seolah tak lagi mampu memperbaiki jalan, sebuah sindiran keras yang mencerminkan hilangnya kepercayaan publik.

 

Di sisi lain, suara empati juga mengalir deras. Doa dan harapan agar rezeki si pedagang diganti berlipat menjadi bukti bahwa solidaritas masyarakat masih hidup di tengah kondisi yang memprihatinkan.

Namun persoalannya tidak berhenti pada rasa iba. Ini adalah alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah. Infrastruktur jalan bukan sekadar fasilitas, melainkan urat nadi ekonomi masyarakat. Ketika jalan rusak dibiarkan, maka yang hancur bukan hanya aspal, tetapi juga harapan warga kecil yang menggantungkan hidup di sana.

Masyarakat kini menaruh harapan besar kepada Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, SE., S.Sos, agar tidak sekadar mendengar, tetapi benar-benar bertindak cepat dan nyata. Keluhan warga sudah terlalu lama menggema tanpa jawaban pasti.

Tak hanya pemerintah, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut juga diminta bertanggung jawab. Kendaraan bermuatan berat yang melintas setiap hari diduga menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan. Sudah saatnya ada kepedulian dan kontribusi nyata, bukan sekadar mengambil manfaat tanpa memikirkan dampaknya bagi masyarakat sekitar.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kejadian serupa bukan tidak mungkin akan terulang bahkan dengan korban yang lebih besar.

Kini, pertanyaannya sederhana namun menohok:
Sampai kapan rakyat kecil harus menjadi korban jalan rusak?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *