Ketua NGO KMPL Dorong RSUD Sumbersari Bantul Tancap Gas, Empat Layanan Unggulan Jadi Sorotan

 

Metro — Dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Sumbersari Bantul menguat. Ketua Non-Government Organization (NGO) Koalisi Masyarakat Peduli Lampung (KMPL), M. Akbar Saputra yang akrab disapa Rendy, bersama tim melakukan silaturahmi dan dialog langsung dengan Direktur RSUD Sumbersari Bantul, dr. Hasril Syahdu, M.K.M., di ruang kerja direktur, Kamis (13/8/2026).

 

Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. KMPL secara terbuka mendorong agar berbagai program unggulan yang tengah disiapkan manajemen RSUD Sumbersari Bantul segera direalisasikan dan mendapat dukungan serius dari pemerintah daerah.

 

Dorongan itu dinilai penting mengingat rumah sakit tersebut tengah berupaya memperkuat pelayanan sekaligus meningkatkan daya saing dengan rumah sakit tipe C lainnya di Kota Metro.

 

Dr. Hasril Syahdu mengungkapkan, dirinya telah menjalankan tugas sebagai Direktur RSUD Sumbersari Bantul selama sekitar tujuh bulan sejak dilantik pada 5 Januari 2026. Dalam periode tersebut, pihaknya mendorong empat layanan unggulan yang diharapkan mampu menjadi penguatan utama pelayanan rumah sakit.

 

Keempat layanan tersebut meliputi pelayanan paru, stroke center, central mata, dan hemodialisa.

 

Pelayanan paru diarahkan untuk memperkuat penanganan berbagai penyakit saluran pernapasan dan paru-paru. Sementara stroke center diproyeksikan menjadi layanan terpadu yang memungkinkan pasien stroke mendapatkan penanganan secara cepat, tepat dan terintegrasi.

 

Selanjutnya, central mata disiapkan sebagai fasilitas pemeriksaan, diagnosis, pencegahan hingga pengobatan berbagai gangguan kesehatan mata. Adapun layanan hemodialisa atau cuci darah menjadi salah satu layanan yang dinilai strategis bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan terapi secara rutin.

 

Menariknya, pelayanan hemodialisa di RSUD Sumbersari Bantul dikonsep dengan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek medis. Ruang hemodialisa disajikan dengan nuansa religi melalui lantunan murottal Al-Qur’an, dengan harapan pasien memperoleh suasana yang lebih tenang selama menjalani perawatan.

 

Hasril juga menegaskan bahwa dirinya tidak hanya berada di ruang kerja sebagai administrator. Ia mengaku turun langsung memantau kondisi pasien, termasuk pasien yang menjalani rawat inap, sekaligus memberikan edukasi dan dukungan psikologis bernuansa religi agar pasien merasa lebih nyaman dan tenang selama menjalani proses penyembuhan.

“Saya menjabat direktur rumah sakit sekitar tujuh bulan, sejak 5 Januari 2026. Harapannya supaya RS Sumbersari Bantul bisa maju dan bisa bersaing dengan RS tipe C yang ada di Kota Metro,” ujar Hasril.

 

Di sisi lain, Rendy menilai program-program tersebut tidak boleh berhenti sebatas rencana. Menurutnya, percepatan realisasi harus menjadi perhatian bersama karena peningkatan kualitas rumah sakit tidak hanya menyangkut pelayanan, tetapi juga sarana, prasarana serta ketersediaan peralatan medis.

 

Rendy bahkan menyatakan kesiapan KMPL untuk ikut mengawal dan mendorong komunikasi dengan pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Lampung agar program unggulan tersebut mendapat perhatian dan dukungan.

“Program tersebut harus diprioritaskan dan dipercepat realisasinya guna memberikan pelayanan yang setara dengan rumah sakit tipenya. Saya sangat mendukung program ini dan saya akan menyampaikannya kepada pemerintah kota dan pemerintah provinsi Lampung, khususnya Gubernur Lampung,” tegas Rendy.

 

Menurutnya, semakin cepat program tersebut diwujudkan, semakin cepat pula masyarakat dapat merasakan dampaknya.

“Semakin cepat terealisasi, semakin cepat pula berbagai aspek dapat dibenahi, terutama sarana dan prasarana serta peralatan medis. Tujuannya agar pasien mendapatkan pelayanan yang lebih mudah, nyaman, dan maksimal. Ini juga penting untuk membawa nama baik Kota Metro dan Provinsi Lampung yang kita cintai,” sambungnya.

 

Pertemuan antara KMPL dan jajaran RSUD Sumbersari Bantul tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Namun, dukungan yang disampaikan KMPL sekaligus menjadi dorongan agar komitmen peningkatan pelayanan kesehatan tidak berhenti pada slogan.

 

Bagi masyarakat, ukuran keberhasilan rumah sakit pada akhirnya bukan hanya pada banyaknya program yang diluncurkan, melainkan seberapa cepat program tersebut benar-benar hadir, berfungsi dan memberikan manfaat nyata bagi pasien.

 

Karena itu, empat layanan unggulan RSUD Sumbersari Bantul kini berada pada tahap yang membutuhkan pembuktian: bukan sekadar direncanakan, tetapi harus diwujudkan dengan pelayanan yang nyata, fasilitas yang memadai dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *