Pendekar Banten Metro Pasang Badan! H. Tb Ismail: Jangan Kotori Nama Kasat Reskrim, Pelaku Penipuan Kami Lawan!

 

Metro — Gelombang perlawanan terhadap praktik pencatutan nama aparat kini membesar. Ketua Pendekar Banten Kota Metro, H. Tb Ismail, S.H., melontarkan pernyataan keras dan tanpa basa-basi terkait penyalahgunaan nama Kasat Reskrim Polres Metro, IPTU Rizky Dwi Cahyo, S.Tr.K., S.I.K., M.H.

Ia menegaskan, tindakan mencatut nama pejabat kepolisian bukan sekadar penipuan biasa, melainkan bentuk kejahatan yang merusak marwah institusi dan menipu masyarakat secara sistematis.

“Kami mengutuk keras segala bentuk pencatutan nama, penipuan, dan penyalahgunaan nama institusi Polri. Ini tidak bisa ditoleransi,” tegas H. Tb Ismail.

 

Menurutnya, sosok Kasat Reskrim Polres Metro selama ini bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga pembina dan sahabat bagi masyarakat, termasuk keluarga besar Pendekar Banten. Karena itu, pihaknya menyatakan sikap tegas: berdiri di garis depan membela kehormatan institusi.

Pendekar Banten Metro juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah hukum Polres Metro dalam memburu dan menangkap pelaku.

“NKRI ini negara hukum, bukan negara preman. Siapa pun pelakunya harus ditindak tegas tanpa kompromi,” ujarnya dengan nada lantang.

 

Tak hanya itu, masyarakat Kota Metro diingatkan untuk tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengaku dekat dengan pejabat atau aparat demi meminta uang, proyek, maupun fasilitas tertentu. Ia menekankan pentingnya verifikasi langsung agar tidak terjebak dalam modus licik yang merugikan.

Dalam pernyataannya yang bernada keras, H. Tb Ismail juga mengirim pesan terbuka kepada pelaku:

“Berhenti sebelum ditangkap. Tobat sebelum terlambat. Nama Kasat Reskrim bukan tameng untuk maksiat. Beliau penegak hukum, bukan bekingan”, tegas Ismail.

 

Lebih jauh, Pendekar Banten Metro menegaskan komitmennya sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Mereka siap menjadi “mata dan telinga” untuk memastikan Kota Metro tetap bersih dari praktik kejahatan yang mencoreng nama aparat.

“Berdiri tegak di belakang Polri adalah prinsip kami. Mencoreng nama aparat sama dengan mencoreng marwah Pendekar,” tutupnya.

 

Pesan penutupnya jelas dan keras: jangan pernah bermain kotor dengan nama aparat. Kota Metro harus bersih dan siapa pun yang mencoba merusaknya, akan berhadapan dengan hukum dan perlawanan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *