Lampung Tengah — Duka mendalam masih terasa di tengah keluarga almarhumah Tusirah binti Dulmadi. Memasuki malam ke-6 sejak wafatnya, rekan-rekan alumni SMA Yaprima kembali hadir menggelar yasinan dan doa bersama pada Jumat (27/03/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kehadiran para alumni tidak hanya sebatas formalitas belasungkawa. Mereka menunjukkan ketulusan dan kepedulian dengan terus membersamai keluarga sejak almarhumah meninggal dunia pada Senin (23/03/2026).
Rangkaian takziah yang dilakukan menjadi bukti eratnya ikatan persaudaraan yang tetap terjaga.
Sutono, suami almarhumah, menyampaikan rasa terima kasih atas keikhlasan para alumni yang terus mendoakan istrinya.
“Terima kasih, semoga doa yang dipanjatkan diterima oleh Allah SWT,” ucapnya dengan haru.
Sementara itu, Maryo yang mewakili alumni SMA Yaprima menyampaikan doa tulus bagi almarhumah agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan lahir dan batin dalam menghadapi cobaan ini.
“Selamat jalan Bu Tusirah, semoga tenang di sisi-Nya,” ungkapnya.
Diketahui, almarhumah Tusirah menghembuskan napas terakhir di rumah sakit di Metro sekitar pukul 11.30 WIB dan dimakamkan pada sore harinya sekitar pukul 17.00 WIB di TPU Trimurjo.
Lantunan doa yang dipanjatkan dalam yasinan malam itu menjadi penguat harapan, agar almarhumah mendapatkan ampunan, rahmat, serta kedamaian abadi di sisi Allah SWT. Sebuah penghormatan tulus dari sahabat dan keluarga yang tak pernah lupa.







