Viral di Facebook, Netizen Desak Polisi “Gercep” Tertibkan Premanisme dan Dugaan Pungli di Lampung Tengah

Lampung Tengah — Gelombang keluhan masyarakat membanjiri media sosial Facebook terkait maraknya dugaan aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) di sejumlah titik di wilayah Lampung Tengah, Senin (27 April 2026). Dalam unggahan yang viral, netizen secara terbuka mendesak aparat kepolisian agar bergerak cepat (“gercep”) menindak situasi yang dinilai semakin meresahkan pengguna jalan.

 

Berbagai komentar muncul dari warganet yang mengaku resah dengan kondisi keamanan, khususnya di kawasan Simpang Terbanggi dan sekitarnya. Sejumlah pengguna Facebook menyebut aksi pemalakan hingga intimidasi masih kerap terjadi, bahkan ada yang mengaku pernah menjadi korban saat melintas di wilayah tersebut.

 

Salah satu netizen mengungkapkan pengalamannya yang diminta sejumlah uang saat menghadapi persoalan di jalan, sementara lainnya menyoroti dugaan pembiaran oleh oknum aparat. Tak sedikit pula komentar bernada keras yang mempertanyakan komitmen aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Polres Lampung Tengah mana? Ini janji Kapolres yang bilang aman dan kondusif?” tulis salah satu akun dalam kolom komentar.

 

Keluhan lain juga menyebut adanya aksi pemaksaan berhenti terhadap kendaraan hingga dugaan perampasan barang oleh pelaku yang disebut sebagai preman. Bahkan, beberapa warga mengaku mengalami ancaman fisik saat melintas di jalur rawan tersebut.

 

Di sisi lain, ada pula netizen yang meminta perhatian dari pejabat daerah hingga aparat penegak hukum di tingkat lebih tinggi agar segera turun tangan. Harapan besar disampaikan agar wilayah Lampung Tengah kembali aman dan nyaman bagi masyarakat.

 

Menanggapi hal tersebut, masyarakat berharap aparat kepolisian, khususnya jajaran Polres Lampung Tengah, dapat segera melakukan langkah konkret, mulai dari patroli intensif hingga penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan maupun oknum yang terlibat praktik pungli.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait viralnya keluhan masyarakat tersebut. Namun, desakan publik yang terus menguat di media sosial menjadi sinyal serius perlunya respon cepat demi menjaga kepercayaan masyarakat dan stabilitas keamanan di wilayah Lampung Tengah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *