Wali Kota Metro Sambangi Korban Sambaran Petir, Bambang Iman Santoso: “Keselamatan Warga Tak Boleh Menunggu Korban Berikutnya”

 

Kota Metro — Di tengah gelapnya dini hari dan derasnya hujan, musibah sambaran petir yang menimpa rumah warga Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan warga kerap datang setelah bencana terjadi. Peristiwa tersebut berlangsung pada Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 02.30 WIB, saat hujan lebat disertai badai petir melanda wilayah tersebut.

 

Tak ingin kehadiran pemerintah hanya terasa di balik meja birokrasi, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso turun langsung meninjau lokasi kejadian. Kunjungan ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk empati sekaligus peringatan keras bahwa ancaman cuaca ekstrem harus ditangani dengan langkah nyata.

Didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Metro AC Yuliati, Plt Kepala BPBD Kota Metro Renan Joko Sajarwo, Camat Metro Utara Heri Hendarto, Lurah Purwoasri Sutoyo, serta jajaran pamong setempat, Wali Kota menyapa langsung korban dan warga sekitar yang masih diliputi rasa trauma.

Dengan nada tegas namun humanis, Bambang menekankan bahwa bencana seperti ini tidak boleh dianggap kebetulan semata.

“Keselamatan warga tidak boleh menunggu korban berikutnya. Cuaca ekstrem ini nyata, dan kita semua baik pemerintah maupun masyarakat harus lebih siap. Pencegahan itu jauh lebih penting daripada penyesalan,” tegas Bambang di lokasi.

 

Ia secara terbuka mengingatkan bahwa wilayah-wilayah rawan badai petir membutuhkan antisipasi serius, salah satunya melalui pemasangan alat penangkal petir di setiap hunian, terutama di kawasan yang kerap terdampak cuaca ekstrem.

“Ini bukan soal takut, tapi soal kesiapsiagaan. Kita tidak bisa melawan alam, tapi kita bisa mengurangi risikonya,” tambahnya.

 

Tak hanya menyampaikan imbauan, Wali Kota Metro juga menyerahkan langsung bantuan dari Dinas Sosial dan BPBD Kota Metro kepada korban sebagai bentuk tanggung jawab dan kehadiran negara di tengah warga yang tertimpa musibah.

Peristiwa sambaran petir di Purwoasri ini menjadi cermin kritis bagi semua pihak: bahwa mitigasi bencana tidak cukup hanya dibahas setelah kejadian. Diperlukan kesadaran kolektif, kebijakan yang responsif, dan tindakan nyata agar rumah-rumah warga tidak lagi menjadi sasaran amukan cuaca ekstrem.

Musibah ini bukan sekadar kabar duka, melainkan alarm keras bahwa keselamatan rakyat harus selalu berada di barisan paling depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *