Warga Yosomulyo Desak Tindakan Nyata: Jika Perumahan PA Terbukti Langgar Aturan, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Metro — Keluhan warga terkait tersendatnya aliran sungai dan ancaman banjir di wilayah Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, akhirnya mendapat respons lebih serius. Selasa (1/9/2026), jajaran Kecamatan Metro Pusat, Kelurahan Yosomulyo, pengurus RW bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Metro turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi aliran air yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan setelah pihak kecamatan menyurati Dinas PU untuk meminta penanganan persoalan penyumbatan aliran air yang dikeluhkan warga.

 

Camat Metro Pusat Santi Dewi, S, STP,. M.M saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya bersama kelurahan dan pengurus RW telah turun langsung bersama Dinas PU.

“Waalaikumsalam. Kemarin siang kami bersurat ke PU untuk masalah tersebut. Alhamdulillah tadi pagi kami, kecamatan dan kelurahan serta Pak RW sudah turun dengan PU. Kadis PU beserta bidang SDA sudah langsung turun mengecek ke lokasi. Semoga langsung bisa ditindaklanjuti secepatnya masalah di Yosomulyo,” ujar Camat Metro Pusat, Selasa (1/9/2026).

 

Turunnya Kepala Dinas PU bersama bidang Sumber Daya Air (SDA) dinilai menjadi langkah penting untuk melihat langsung kondisi sebenarnya di lapangan, sekaligus memastikan penyebab tersendatnya aliran air dan potensi ancaman banjir terhadap permukiman warga.

 

Warga Minta Jangan Berhenti pada Pengecekan

Meski mengapresiasi langkah cepat pemerintah, warga menegaskan bahwa yang paling mereka harapkan bukan sekadar pengecekan lokasi.

 

Warga menuntut tindakan nyata dan realisasi penanganan.

Al-Farabi alias Abi, warga Yosomulyo yang rumahnya berada tidak jauh dari kawasan Perumahan Pesona Alam, sebelumnya menyampaikan kekhawatiran bahwa penyumbatan aliran air dapat kembali menimbulkan banjir ketika hujan deras turun.

 

Menurut warga, persoalan tersebut telah mereka sampaikan sejak 2025. Bahkan telah dilakukan rembuk warga dan pengajuan proposal normalisasi saluran serta perbaikan drainase.

 

Karena itu, warga berharap hasil pengecekan Dinas PU segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret, terutama apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bangunan atau konstruksi yang menghambat kelancaran aliran air.

“Harapan kami pemerintah segera merealisasikan normalisasi. Jangan menunggu sampai hujan deras datang dan banjir kembali terjadi. Kalau memang aliran air terganggu, segera diperbaiki agar air bisa mengalir normal,” harap warga. Senin, 31/08/2026.

 

Jika Ditemukan Pelanggaran, Pemerintah Harus Tegas

Warga juga meminta pemerintah tidak ragu melakukan pemeriksaan terhadap bangunan yang diduga berada pada aliran air dan dikaitkan dengan kawasan Perumahan PA/Pesona Alam.

 

Namun warga menegaskan, pemeriksaan harus dilakukan secara objektif dan berdasarkan fakta lapangan serta dokumen resmi.

 

Jika hasil pemeriksaan pemerintah menemukan adanya pelanggaran aturan, pembangunan tanpa persetujuan yang dipersyaratkan, atau konstruksi yang terbukti menghambat aliran air dan merugikan masyarakat, warga meminta pemerintah bertindak tegas sesuai hukum.

 

Tidak boleh ada perlakuan khusus hanya karena bangunan tersebut berkaitan dengan kawasan perumahan.

 

Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menyatakan seluruh pembangunan telah memenuhi ketentuan, pemerintah juga harus menyampaikannya secara terbuka kepada masyarakat agar tidak muncul prasangka dan informasi simpang siur.

 

Warga Siap Bergotong Royong

Masyarakat Yosomulyo pada prinsipnya menyatakan siap membantu pemerintah melalui gotong royong maupun swadaya dalam membersihkan saluran apabila memang diperlukan.

 

Namun persoalan yang menyangkut bangunan permanen, konstruksi pada aliran air, kewenangan teknis dan aspek perizinan harus ditangani oleh pemerintah serta instansi yang memiliki kewenangan.

 

Warga berharap setelah Kepala Dinas PU bersama bidang SDA turun langsung ke lokasi, persoalan tersebut tidak kembali masuk ke dalam lingkaran surat-menyurat, rapat dan koordinasi tanpa realisasi.

 

Sudah cukup masyarakat menunggu. Persoalan telah disampaikan sejak 2025. Kini pemerintah sudah melihat langsung kondisi di lapangan. Tinggal satu yang ditunggu warga: tindakan nyata.

 

Apalagi musim penghujan sewaktu-waktu dapat datang dengan intensitas tinggi. Jika aliran air memang terbukti tersumbat dan kapasitas saluran tidak mampu menampung debit air, penanganan harus dilakukan sebelum bencana terjadi.

 

Jangan tunggu rumah warga terendam, jalan semakin tergerus, dan kerusakan semakin parah baru bertindak. Pemerintah harus hadir sebelum masyarakat menjadi korban.

 

Warga Yosomulyo berharap hasil pemeriksaan Dinas PU segera menghasilkan keputusan dan pekerjaan nyata di lapangan: normalisasi dilakukan, aliran air dikembalikan lancar, penyebab penyumbatan dituntaskan, dan apabila ditemukan pelanggaran oleh pihak mana pun, termasuk pengembang perumahan, pemerintah harus menegakkan aturan tanpa pandang bulu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *